28 November 2008

Ilmu Ikhlas

Ada banyak ilmu didunia ini, mulai dari ilmu yang bisa di nalar, sampai ilmu yang jauh dari nalar (baca:ilmu hitam). Tapi menurutku ilmu yang paling sulit dipelajari dan diaplikasikan dalam menjalankan hidup ini adalah ilmu ikhlas. Kenapa? karena ngomong ikhlas itu sungguh-sungguh lah gampang, hanya sebuah kata yang terdiri dari beberapa hruf, tapi kenyataannya apakah kita benar2 ikhlas? mari tanya kepada diri sendiri. Postingan kali ini berdasarkan pengalaman pribadi, dan murni pendapat pribadi, jadi kalau ada salah2 kata mohon koreksinya ya!

Sependek pengetahuanku dulu, waktu sekolah seringkali mendengar kata ikhlas, apalagi pas pelajaran Agama. Ikhlas banyak dicontohkan kedalam bentuk perbuatan. Contoh, ketika kita membantu sesama, kita harus ikhlas, gak boleh pamrih*gampangannya dulu yang ku tahu adalah seperti itu*. Namun, semakin kesini, ikhlas bukan lagi sesimpel itu. Ternyata ilmu ikhlas itu susah. Ikhlas menerima semua cobaan, ikhlas menerima rezeki, kesusahan, kemalangan, derita, bahagia, dan masih banyak lagi. Namanya juga manusia, pasti ada aja mengeluhnya, ada aja ngerasa kurangnya. Tapi aku lagi belajar untuk ikhlas menerima apapun yang Tuhan berikan, tapi bukan berarti aku pasrah lantas gak ada usaha. Ikhlas aku artikan lebih sebagai wujud berserah ku pada Nya dalam setiap kesempatan-in every single breath.

Kemarin ym-an sama temen kuliah ku dulu. Gak tau benar apa gak, dia bilang sekarang dia lagi kena penyakit yang bisa kapan aja ngerenggut nyawanya, miris denger ceritanya, walaupun dia gak mau ngasih tau pasti penyakit apa yang dideritanya. Sumpah! aku gak tau harus ngomong apa, kita gak pernah tau kapan di ambil oleh Nya, kita gak pernah tau penyakit apa yang akan diberikan ke kita. Dari obrolan singkat di ym itu, aku cuma bisa ngasih saran ke dia untuk ikhlas nerima cobaan itu. Sekali lagi, ngomong lebih mudah, daripada melakukan. Coba kalau aku yang ada diposisinya, ngebayangin ruh ini bisa kapan saja, tanpa pernah kita tahu, akan tercabut dari raga, dan disaat itu kita akan disebut sebagai almarhum atau almarhumah. Sekali lagi ikhlas menerima apapun itu adalah jalan yang terbaik dari pada mengeluh, yang akhirnya membuat hidup kita jauh dari ketenangan.

Cerita yang lain, adalah sekitar 2 tahun lalu, di saat lagi butuh banyak biaya untuk kuliahku, namun, keadaan ekonomi keluarga lagi terpuruk. Air mata gak pernah berenti mengalir, tapi sekali lagi, aku belajar untuk ikhlas mengahadapinya. Aku selalu percaya Tuhan punya kado terindah dibalik setiap duka yang aku rasakan. Tuhan gak pernah pergi dari sisi umatNya yang mau berusaha bangkit dari keterpurukan. Karena orang yang kuat bukan orang yang selalu menang, tetapi orang yang selalu mampu bangkit setelah jatuh. Ikhlas sekali lagi mampu membawaku keluar dari kemelut yang hampir 2 tahun menemaniku dan keluarga.

Sebagai orang yang hidup di perantauan, jauh dari orang tua, saat itu dengan keadaan ekonomi yang lagi surut, aku berusaha untuk ikhlas menjalaninya, seraya berusaha untuk bisa keluar perlahan namun pasti dari kemelut itu. Alhamdulillah ya Allah, untuk kesekian kali engkau menunjukkan kebesaranMU. Jalan yang engkau berikan memang tidak langsung jalan beraspal nan lebar, namun sebuah jalan setapak, penuh kerikil, untuk sekali lagi kau uji kesabaran dan keikhlasan ini. Benar2 dua tahun terakhir ini aku makin mengerti apa itu ikhlas, dan bagaimana ilmu ikhlas bisa membawa kita dalam hidup yang lebih tenang dan damai. Bukan sekedar isapan jempol belaka, karena kini aku merasakan hasil yang postif dari pelajaran ilmu ikhlas itu. Semoga setiap detik, setiap hembusan nafas ini aku bisa terus menerapkan ilmu ikhlas dalam setiap perjalanan hidup yang tidak pernah mudah ini.

Author

BTemplates.com

Checkpagerank.net