31 May 2013

Stand Up Comedy Tarung Tawa, Siapa yang Jadi Pemenangnya?

Sebelum mengakhiri May, dan sebelum menagawali Juni, saya mau berbagi kesenangan saya selama bulan May, dan saya mau bilang kalau saya suka bulan May. Satu, karena bulan ini bulan lahir saya, yang berarti di antara tanggal 1-31, ada tanggal dimana umur saya bertambah, dua karena di bulan ini ada dua pertunjukan Stand Up Comedy. Yang pertama Stand Up Comedy Provocative Proactive 2, tulisan saya mengenai ini bisa di baca di sini dan seminggu setelahnya ada Stand Up Comedy Tarung Tawa.


Begitu tau kalau ada Tarung Tawa, dan setelah melihat line up nya, saya memutuskan untuk nonton. Alasannya karena saya kangen nonton Ernest, Soleh, Adjis secara Live. Terakhir saya nonton Ernest dan Soleh Live kalau ga salah waktu di Stand Up Comedy KOPER, Februari 2012, bertempat di Taman Ismail Marzuki. Gilaa udah lama banget kan, udah setahun lebih. Setelahnya, saya hanya menonton dari tv. Kalau Adjis, terakhir saya nonton dia itu di......di...dimana ya? belum pernah ternyata, waktu Stand Up Blue Nite dia jadi MC, dan lucunya setara sama komika yang nampil. Tapi, kalau liat dia perform secara langsung ternyata  belum pernah, sejauh ini saya cuma lihat di tv. Maka ketika tahu ada nama mereka sebagai komika yang tampil di Tarung Tawa, saya bulatkan niat untuk menonton. Sementara itu untuk Ge, tahun kemarin saya beberapa kali nonton di FX, dalam rangkaian acara sebelum SUCI 3 (Stand Up Comedy season 3, yang diadain Kompas). Kalau David, saya tertarik dengan logat betawinya yang medok saat tampil di Metro TV, dan untuk Fico, saya penasaran melihat dia live, karena saat jadi finalis di Kompas TV, gak banyak dari materinya yang buat saya tertawa, makanya saya penasaran pengen nonton dia live, siapa tahu feel nya beda.

Seperti yang bisa di lihat di materi promosi Tarung Tawa di atas, ada logo Stand Up Kompas TV dan logo Stand Up Metro TV, dan memang benar kalau Tarung Tawa ini mempertemukan komika-komika yang sering tampil di Metro TV dan komika-komika lulusan Kompas TV. Buat yang mengikuti stand up show di kedua tv ini pasti tahu, kalau Metro punya acara Stand Up Show, dan Kompas punya acara pencarian bakat untuk stand up comedy, yaah macam idol-idol gitu deh. Saya sih gak pernah membandingkan keduanya, karena memang secara konsep juga udah beda. Yang satu show, yang satu lagi kompetisi. Tapi dari kedua acara itu memang tidak bisa dipungkiri lahir begitu banyak nama-nama baru di dunia stand up comedy. Sebut saja David, yang saya baru tahu kalau dia lucu, setelah nonton penampilan dia di Metro TV, atau Fico, yang kadang materinya bisa diterima akal sehat saya, kadang gak, tapi beberapa diantaranya lucu, kaya misal materinya dia yang paling saya ingat adalah : Kecap itu diciptakan untuk membedakan mana nasi goreng, dan mana nasi uduk. Mungkin sejauh ini, ini adalah bit favorite saya dari Fico.

Aura pertarungan terasa kental di Nusa Indah Teater, Balai Kartini Minggu malam, 26 May yang lalu, masing-masing komika yang tampil mewakili stasiun tv tempat biasa mereka tampil, jadi sebelum mereka masuk ke panggung, saat MC selesai memanggil nama komika, maka terdengarlah jingle dari acara standup baik yang di metro maupun yang di kompas membahana memenuhi isi ruangan. Setelah itu mulai lah masing-masing komika tampil sekitar 20 menit membawakan materi-materi terbaik mereka. Yang bikin saya ngakak adalah ketika para komika dari Metro TV menyatakan 'kekesalannya' ketika pernah ikutan audisi stand up di kompas, dapat golden tiket, dan gak dipanggil-panggil lagi, hahahahah, ini kocak, dari hati banget kayanya.

So far sih saya paling menikmati penampilan dari Soleh, yang berhasil membuat saya ngakak sampai sakit perut, rahang jadi kaku karena kebanyakan ketawa, materinya ngeheeeek semua. Tapi yang buat saya berpikir ulang adalah saat Ernest tampil di panggung, saya sempat bertanya dalam hati : anjriiit, selama ini kemana aja sampai ngelewatin show nya Ernest ? karena ternyata saya kangen liat Ernest tampil, dan materinya malam itu yang sukses bikin saya ketawa sekaligus mikir bener juga ya, adalah materi soal kenapa Ernest benci sama Bakrie, materi ini berhubungan dengan kasus lumpur Lapindo. Dari semua komika yang tampil malam itu, Ernest yang menyinggung secara gamblang soal politik. Untuk komika lain, seperti Adjis, saya suka materinya yang ringan dan berhasil memecah tawa, plus dia selalu mencari korban untuk di riffing. David, tetap dengan logat betawinya yang kental, materi soal ibu buat saya tertawa sampai sakit perut. Lalu Ge, yang khas dengan act outnya, bikin cewe-cewe abg di belakang saya jejeritan, sampai ada beberapa kata yang terlewat dari indra dengar saya, karena cewe-cewe abg itu sibuk jejeritan. Ge, pesona mu luar biasa. Dan, untuk Fico, maaf saya kurang bisa banyak tertawa di materi yang di bawakan Fico. Mungkin target pasar untuk materinya Fico bukan saya, jadi saya cuma sesekali tersenyum saja saat mendengar materi Fico.

Jadi, siapa pemenag dari Tarung Tawa?
Buat saya pemenangnya adalah ARIEF DIDU, yang jadi MC malam itu.
Serius ya mas Arief kocaaaaaak banget sebagai MC. Kalau ada kloningannya, mau deh saya bawa pulang satu, lumayan buat ngehibur di saat galau, hehe.
Dan ada surprisenya, yaitu kehadiran PANDJI yang akting jadi salah satu panitia, keluar bawa kotakan, gak tau deh isinya nasi atau kue, buat para komika, trus ngangkat-ngangkat kursi yang ada di panggung. Hahahahahah.

Inilah seluruh komika yang tampil malam itu 
foto by @santifang

Terimakasih telah membuat May saya penuh dengan tawa :)
VIVA LA KOMTUNG








30 May 2013

#TwivateConcert is Back [PART 2] : Rekor yang Pecah, Feeling Guilty, dan Rangkuman #TwivateConcert April

Kalau ada Part 2, harusnya ada yang Part 1. Tadinya memang ada, tapi entah gimana, postingan yang Part 1 hilaaaaang :((
Sebenarnya gak butuh waktu sampai sebulan gini untuk nulis soal keriaan di #TwivateConcert bulan April kemarin. Tapi karena alasan ini itu, yang sebenarnya intinya adalah malas, maka baru hari ini di tulisnya. Itu juga karena senin malam kemarin ngerasa feeling guilty gak bisa datang ke #TwivateConcert edisi Mei.

Jadi ingat #TwivateConcert season 1 (anggaplah seperti acara TV yang ada season-seasonnya ;p) tahun 2010 lalu, saya rajin datang, bahkan memang gak pernah absen. Tapi, rekor itu pecah sudah ketika #TwivateConcert bulan ini gak bisa datang, padahal pengen banget untuk datang. Saya bisa jamin, karena saya sudah mengalami di 2010, bahwa selalu ada yang spesial di setiap bulan pelaksanaan #TwivateConcert. Apalagi saya tahu di edisi kali ini komika favorite saya Adriano Qalbi turut serta di #TwivateConcert, saya juga tahu bahwa beberapa lagu favorite saya di album-album Pandji, dari album 1 - 4, di bawakan. Bahkan ketika saya melihat timeline dan melihat twit dari @wongsoyudan kalau BABY PLUM di bawakan di #TwivateConcert, asli saya nyeseeeek, saya suka banget lagu itu, bahkan video klipnya sering saya putar berulang kali di youtube, dan saya melewatkan ketika Pandji membawakan lagu itu secara live. Saya sendiri lupa kapan terakhir Pandji membawakan lagu itu secara Live.

Kalau kata teman saya Gina, melalui akun twitternya @giyna gak sanggup liat timeline, karena pada ngomongin #TwivateConcert. Pernyataan tersebut benar adanya. Saya juga ga sanggup membayangkan keriaan yang ada di sana. Pengen rasanya malam itu menjadi bagian dari kemeriahan #TwivateConcert, apalagi memang event ini harus nunggu tiga tahun untuk bisa dinikmati lagi. Saya ulangi sekali lagi TIGA TAHUN. Tapi #TwivateConcert bukan event tiga tahunan ya, kebetulan aja memang setelah berakhir di Desember 2010, #TwivateConcert baru diadain lagi setiap bulannya mulai April 2013.

Oke, saya mau ceritain gimana excitednya saya ketika edisi perdana #TwivateConcert season 2, April kemarin. Jujur, saking ga sabarnya sewaktu tahu pemesanan tiket sudah dibuka, saya langsung dengan semangat empat lima memesan dan langsung bayar saat itu juga di multiply.com, yang sayangnya sekarang sudah RIP. Ternyata, memesan tiket #TwivateConcert season 2, tidak sesusah season 1, yang harus pesan melalui akun @twivateconcert di jam 00:00, bisa dibayangkan gimana rasanya nahan ngantuk demi tiket #TwivateConcert. Emang segitu lakunya ya #TwivateConcert, sampai bela-belain nahan ngantuk? IYA BANGET!! jatah kursi cuma 100, yang minat lebih dari 100, bahkan ada yang pernah pesan sampai 20! Ahhhhhh, dulu masa-masa pemesanan tiket #TwivateConcert adalah masa-masa yang bikin stress, takut kehabisan. Tapi terbukti saya selalu berhasil. Dan, untungnya yang season 2 gak seribet saat itu, paling tidak itu yang saya rasakan ketika memesan bulan kemarin.

Seperti biasa saya pesan 2 tiket untuk saya dan my partner in crime, Anna (@rain_sa).
Itu juga sebenernya hampir kelewatan untuk memesan, untung Hendrik (@hkomandangi) mention saya di twitter, ngasih tahu kalau tiket #TwivateConcert sudah bisa di pesan, saya yang saat itu lagi ada acara kantor, langsung sesegera mungkin memesan. Setelah tiket berhasil di pesan dan di bayar, saya menghubungi teman lainnya, yang di jaman season satu juga sering terlihat hadir di #TwivateConcert, yaitu Lisa (@duwiry) dan Gina (@giyna). Janjianlah kami untuk ketemuan di acara. Ahhhhh jujur saking ga sabarnya, saya sampai kebawa mimpi :))) apalagi di tambah guest star di #TwivateConcert bulan April adalah Steny Agustaf, aku padamu uda, hahahaha.Kalau ada Pandji ada Steny pasti ada Trias, dan kalau sudah begitu pasti ada KAFE BANTAM. Yeaaaay......

Ada perasaan yang berbeda yang saya rasakan di #TwivateConcert 2013 ini, saya ngerasa datang ke #TwivateConcert kaya datang ke reuni, karena selain acara ini sudah pernah saya nikmati hampir setahun full di 2010, konsepnya yang masih kurang lebih sama : di buka dengan Mba Mila (@gamilaarief) istrinya Pandji, bandnya juga masih soulneta yang anggotanya sama, lalu setelah mba Mila tampil membawakan 3 lagu munculah Pandji yang bernyanyi, lalu mengundang Steny dan Trias, serta guest star lainnya seperti Iksan Akbar dan Ryan Valentinus. Selain konsepnya, yang bikin saya ngerasa kaya lagi reuni itu alasan lain adalah karena ketemu sama teman-teman lama yang juga penikmat karya-karyanya Pandji, yang tiga tahun lalu saya gak kenal sama sekali dengan mereka. Sebut aja Lisa, pertama ketemu dia ya di #TwivateConcert, waktu itu saya ingat, saya datang sendirian, terus saya duduk di sebelah dia, waktu itu dia datang dengan adiknya. Dari situ kami kenalan, saling follow di twitter sampai sekarang. Terus ketemu juga dengan Giyna, kalau dengan Giyna saya gak pernah ketemu langsung saat #TwivateConcert, tapi di kesempatan yang berbeda, walaupun di 2010 dia juga sering hadir, tapi entah kenapa gak pernah ketemu aja gitu. Lalu, ketemu dengan Hendrik, walau cuma saling melambaikan tangan saat di acara, karena dia duduk agak tengah, sedang saya duduknya depan beneuuur. Niat abis. Hahaha.

Menikmati musiknya Pandji, joke-joke ringan ala Pandji, lagu-lagu dengan lirik berdasarkan situasi yang di bawakan Pandji+Steny+Trias di Kafe Bantam, membuat saya benar-benar terpuaskan, kerinduan akan #TwivateConcert terbayar sudah di edisi April kemarin. Sama halnya dengan #TwivateConcert 2010, saya ikutan nyanyi lagu-lagu yang di bawakan Pandji, karena kebetulan saya hampir tahu semua lagunya, termasuk ketika Calvin Susi di bawakan, aaaaahhhhhhhh ini favorite saya. Liriknya itu lho yang bikin saya jatuh cinta, dan ini lirik yang paling saya ingat : SATU TAMBAH SATU BUKAN DUA DALAM CINTA, KAU DAN AKU DUA JADI SATU.

Tapi ada satu hal yang kurang menurut saya di April kemarin, penataan kursinya kaya lagi seminar atau kondangan ya? kurang intim aja gitu, gak kaya waktu di Sinou Kaffe Hausen yang bener-bener enak suasananya, nikmatin lagu-lagunya Pandji bisa sambil ngemil-ngemil. Tapi sih sepertinya yang Mei agak berubah deh, dari yang saya liat di foto, entahlah mudah-mudahan saja.Yang jelas saya gak mau ketinggalan lagi untuk yang edisi Juni. Jadi ada yang mau ikut ke #TwivateConcert bareng? Yuk, 26 Juni di Mango Tree Bistro Epicentrum Walk.

Note :
1. untuk foto-fotonya bisa liat di blognya teman saya, yang lagi-lagi saya kenal karena #TwivateConcert http://www.dinikopi.com/2013/05/twivateconcert-pecah-banget.html (@dinikopi)

2. Untuk yang pengen tahu gambaran kaya gimana sih #TwivateConcert itu, bisa lihat di bawah ini, season 1, 2010

21 May 2013

Stand Up Comedy Provocative Proactive 2 : Bicara Blak-Blakan, APA ADANYA


Untuk yang menyukai stand up comedy, kalimat untuk tidak sensi terhadap materi yang dibawakan para komika pasti sudah tidak lagi asing terdengar, tetapi belum afdol rasanya kalau belum nonton Stand  Up Comedy Provocative Proactive. Mari uji tingkat kesensian kamu disini.


Sebelum saya lanjut untuk menulis pengalaman saya selama nonton Stand Up Comedy Provocative Proaktive 2 yang selanjutnya akan saya singkat dengan #PPStandUp2, perlu diingat bahwa diperlukan keterbukaan pikiran untuk menyaksikan #PPStandUp, baik itu yang pertama, kedua bahkan jika nanti di buat yang season 3. Kedua, kalau kamu intel yang disuruh bos kamu untuk datang ke acara ini dengan tujuan memata-matai para komika, saya sarankan jangan duduk di depan, karena Pandji selaku host mungkin akan menggeledah tas kamu ;). Ketiga, besar kemungkinan para komika dan penyelenggara acara tidak akan bertanggung jawab, kalau setelah menonton #PPStandUp2, kamu tercerahkan dan kemudian membentuk ormas. Gak percaya? Lihat gambar di bawah ini (point no.4, sila di zoom in) :



Selalu ada 'pertama' untuk setiap hal, termasuk ketika saya memutuskan menonton Stand Up Comedy Provocative Proactive, setahun yang lalu. Saat itu bertempat di Erasmus Huis Kuningan. Buat saya mendengar kata Provocative Proactive bukanlah sesuatu yang asing, jauh sebelum acara ini bertransformasi menjadi sebuah acara tv - tapi umurnya ga panjang, padahal saya rajin nonton, karena bisa mantengin JFlow, hahahah salah fokus - dan akhirnya juga menjadi sebuah nama untuk acara Stand Up. Awalnya Provocative Proactive merupakan acara radio di Hard Rock FM yang dulunya di bawakan Pandji selama tiga jam, tapi sekarang di bawakan oleh Adriano Qalbi selama 1 Jam (berharap suatu saat, bisa nambah jam siarnya, paling gak dua jam lah, can I get Amin?). Okeh balik lagi ke #PPStandUp2. Berbekal pengalaman menonton yang pertama dan masih kebayang gimana tawa yang dihasilkan saat itu ketika materi yang di bawakan komika bukan materi biasa, dalam arti benar-benar di luar kebiasaan materi yang sering saya dengar. Materi yang blak-blakan, mengangkat realita yang memang terjadi mengenai sosial, politik, sex, hubungan, hingga Agama dan Tuhan. Hah? Masa agama dan Tuhan dijadiin bahan becandaan? Pertama, kaya kata Acho, agama urusan masing-masing, kedua, kalau kamu ngerasa yakin dengan agama mu yah ga perlu insecure. Mengutip mas Agus Mulyadi yang pernah berkata di sini Kalau Tuhan Aja Sensi, Bagaimana Kami Umatmu? *wink*

Maka, datanglah saya ke #PPStandUp2 yang tahun ini di gelar di Soehana Hall, Energy Building, SCBD. Line up yang tampil adalah Awwe, Kukuh, Akbar, Pange, Adriano Qalbi, Sammy, dengan Host Pandji (percayalah bahwa Pandji pun mengeluarkan bit-bit standup, yang kayanya belum pernah saya dengar sebelumnya, termasuk soal Dipo yang ikutan sholat Jumat). Beberapa materi dari para komika sudah pernah saya dengar sebelumnya, kecuali materinya Sammy, kayanya semuanya baru deh (tolong dibenerin kalau saya salah). Tapi, materi yang datang dari keresahan, jujur dan Apa Adanya gak pernah bosen untuk di dengar kembali. Contoh : materi Pange soal rainbow cake dan hubungannya dengan rasis, karena di rainbow cake gak ada warna hitam, serta hubungannya dengan Indonesia yang diibaratkan seperti rainbow cake, berbeda warna namun satu, tapi ada yang mau buat rainbow cake ini jadi kue pandan, warnanya hijau semua yaitu Habib Rizieq. Gila, materi ini sudah kesekian kali saya dengar, dan tetap ketawa, sambil dalam hati bilang iya bener. 
Secara keseluruhan para komika tampil memukau malam itu, dan berhasil mendapatkan tawa yang luar biasa, paling tidak buat saya, mereka mampu membuka pikiran saya dengan materi-materinya. Seperti materi Sammy soal invetigasi. Kenapa yang diinvestigasi di acara TV (ga usah sebut lha ya nama stasiun TVnya) itu yang kecil-kecil, seperti bakso tikus. Mana investigasi soal Hambalang, soal kasus Munir?. Investigasi soal bakso tikus, ya udah lah ya paling gak kita jadi tahu kalau daging tikus ternyata enak, dan si pedagang bakso tikus sebenarnya mereka itu bisa mengatasai krisi pangan, dan bisa dapat nobel. Hahahaha,,mungkin bahasa tulisan tidak akan selucu saat menonton sammy membawakan materi ini secara langsung.  Tapi percayalah, materi ini cerdas dan lucu
.
Dari semua komika yang tampil, berikut bit-bit favorite yang berhasil saya ingat :
1. Adriano soal hubungan. Laki cuma mau tau  what happen, sementara cewe how it will happen (kira-kira gitu deh). Contoh kasus soal kissing yg hampir terjadi. Cewe cerita ke cowonya kalau dia hampir di cium sama teman sekantor, buat cowok well it's okay, toh ga terjadi, tapi kasus serupa ga bisa berlaku sebaliknya. Cewek akan nyecer kenapa sampai itu bisa hampir kejadian ke si cowok
Lalu soal permainan kata dari cewe yang berarti sebaliknya : Oke never means oke, no never means no

2. Kukuh, materi soal Basa basi di ruang tamu, serta siaran langsung shalat ied

3. Awwe, materi soal Bekasi. Saking jauhnya bekasi, udh deket sama akherat. Serta soal konser Lady Gaga dan fpi yang borong 150 tiket konser.
4. Akbar, soal kasus Ahmad Fathonah dan arti fathonah dalam sifat wajib Rasul 
Untuk Sammy dan Pange sengaja tidak saya tulis lagi, karena sudah saya jabarkan sebelumnya.
Fyi, selama menonton sebenarnya ada satu ganjalan yang jadi tanda tanya di pikiran saya dari awal hingga akhir acara, yaitu : kenapa Rindra gak disebutin Pandji di awal acara, lalu kenapa setelah penampilan dari Sammy, Pandji ke panggung dan memanggil semua komika untuk ke panggung untuk menutup acara.
Kenapa saya mempertanyakan kemana Rindra? Karena di materi promosi ada Foto Rindra, trus Rindranya manaaaaa? Agak kurang aja gitu kalau gak ada Rindra, secara materi-materi dia ngehek semua.
Dan, pertanyaan saya terjawablah ketika semua komika sudah naik, Pandji mau menutup acara, kemudian terdengarlah suara Adzan, lalu naiklah ke atas panggung seorang komika yang terkenal sebagai urban legend, RINDRA!!! Saya tepuk tangan kencang saat itu, senang mengetahui Rindra ternyata tampil juga, walaupun tampilnya gak lama.

Begitulah keriaan #PPStandUp2 berlangsung. Saya puas. Semoga tahun depan akan ada lagi yang ketiga.

Ps : sebenarnya saya liat ketika ditengah-tengah acara berlangsung, Rindra masuk ke ruangan, dan duduk dua baris di depan saya.


16 May 2013

Why I Love Stand Up Comedy

Saya sering dapet pertanyaan model begini "kenapa sih lo suka banget stand up comedy?" atau "Emang dimana lucunya sih stand up comedy? Gue nonton di tv ga ada lucu-lucunya. Garing"
Ditanya seperti itu kadang saya bingung mau jelasinnya seperti apa. Karena kalau mau dijelasin panjaaaang, bisa kaya kuliah 3 sks :p dan belum tentu yang nanya mau denger penjelasan saya yang panjang lebar :D

Jadi kadang saya cuma jawab, ya masalah selera sih. Atau kadang jawaban ngasal saya adalah : ya menurut gue lucu kok. Apalagi kalau nonton live nya.
Tapi buat yang nanya, mungkin yang ada di pikiran mereka adalah : yaaah gimana mau nonton live, kalau nonton yang di tv aja garing.

Naaah, makanya saya kepikiran buat nulis kenapa sih saya suka banget nonton stand up comedy. Ini memang bukan tulisan pertama saya soal standup comedy, sebelumnya saya juga pernah menulis soal stand up comedy. Kalau ada waktu, monggo lho di baca. 

Jadiiiii,alasan kenapa saya suka banget standup comedy mungkin adalah pertama karena jenis komedi ini  BEDA, gak hanya bikin orang ketawa, tapi juga mencerna materi yang dibawakan oleh si komika (buat yang belum tahu, komika itu sebutan untuk pelaku standup). Intinya bisa ketawa dan mikir di saat yang bersamaan. Yaelah ribet amat mau ketawa aja pake harus dibarengin mikir segala.  Nah, disitulah bedanya jenis komedi ini dengan komedi yang lainnya. Ada pesan atau idealisme yang ingin di sampaikan oleh si komika. Walaaaaau, sekali lagi tergantung komika nya. Ada juga kok materi-materi yang lebih nge pop, yang ngomongin soal hubungan misalnya, atau soal kejombloan. Seperti yang pernah saya singgung di tulisan sebelumnya. Karena begitu banyaknya komika di Indonesia sekarang, maka pilihan ada di tangan kita. Kita diberi kebebasan untuk memilih komika mana yang mau di tonton. Tergantung selera. Para komika sekarang juga menurut saya mulai menentukan target marketnya sendiri. 

Saya kasih contoh untuk materi yang bisa memecah tawa dan mikir sekaligus. Materi dari Arie Kriting, juara 3 stand up comedy season 3 Kompas TV kemarin. Arie ini berasal dari wakatobi, walau saat ini dia sedang kuliah di Malang. Saya lupa tema apa yang harus di bawakan komika saat itu, tapi yang saya ingat dalam materinya Arie kurang lebih seperti ini (dengan logat Indonesia timur) : "pernah pas saya pulang kampung waktu itu, teman saya ngajak pergi, Arie ayo kita piknik. Saya tanya ke teman mau piknik kemana kita. Teman jawab, ke jalan baru. Saya jawab oke. Saya membayangkan ke jalan baru ini seperti apa ya. Beberapa menit kemudian sampailah kita ke jalan baru. Dan ternyata jalan baru itu adalah ya jalan baru. Jalanan yang baru. Jalan yang tadinya tanah kemudian dikasih aspal. Dan semua orang berwisata disitu, bapak2, ibu2 semuanya ada disituuu. Saya bilang ini mungkin karena kita jarang2 liat pembangunan disini kali ya,"

Perhatikan kalimat terakhir : INI MUNGKIN KARENA KITA JARANG-JARANG LIAT PEMBANGUNAN DISINI KALI YA. Kalimat ini adalah puncline nya, yang nonjoknya. Di awal kita di ajak Arie untuk ikut mikir kira2 piknik ke jalan baru itu seperti apa, tetapi logika kita seakan ikut di balik sama Arie, ketika ternyata yang dimaksud dengan jalan baru ya benar2 jalanan yang baru. Tadinya tanah sekarang sudah di aspal. Ada kalimat sindiran disitu, karena pemerintah pusat selama ini terfokus hanya membangun di daerah jawa, sementara daerah timur jarang. Sehingga ketika ada sesuatu yang baru contohnya jalanan baru, secara sadar ataupun tidak sadar menjadi objek wisata bagi penduduk setempat. Kegelisahan inilah yang diangkat Arie dalam materinya, dan berhasil menuai tawa yang pecah. Mungkin kalau saat itu saya ada disana menonton langsung, saya akan memberikan standing applause buat Arie.

Contoh materi itu yang saya maksud dengan ketawa dan mikir sekaligus. Bahwa ada kegelisahan-kegelisahan yang coba dituangkan dalam materi standup comedy oleh para komika-komika ini, yang secara tidak langsung akhirnya membuat saya ikut berpikir, iya bener juga ya.
Ada banyak sebenarnya contoh lain, tetapi terlalu panjang kalau saya tulis disini.

Alasan kedua adalah karena materi yang dibawakan sering memiliki kedekatan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga membuat saya berkomentar : iya bener, bener. Sehingga tawa yang dihasilkan lebih nyata, karena ya itu tadi ada kedekatan dengan yang sering terjadi dikehidupan kita sehari2, yang sering kita jumpai, atau mungkin kita sendiri pernah mengalami. Jadi, materi yang disampaikan oleh si komika seolah-olah mewakili diri kita.

Terus alasan lainnya adalah, udah bosen aja dengan lawakan yang ada di tv. Ketika bosan, dan butuh alternatif, maka standup comedy adalah alternatif yang saya pilih, dan kebetulan jadi keterusan bahkan saya seperti addict dengan stand up comedy. Kalau udah sebulan atau dua bulan aja ga nonton live standup, kaya ada yang kurang gitu, saya jadi suka nyari tahu info soal show stand up. and thank god, bulan ini ada dua event show stand up, yang terdekat adalah tanggal 18 Mei besok, stand up ProvocativeProactive, disini biasanya ngomongin mulai dari masalah politik, agama, sosial, sampai sex, di bahas secara terbuka cenderung vulgar. Disarankan untuk memiliki pemikiran yang terbuka. Lalu tanggal 26 Mei ada tarung tawa, materinya lebih nge pop dan lebih ringan.

Buat yang belum pernah nonton secara langsung, coba deh sekali-sekali nonton live, dan rasakan bedanya. Tawa yang dihasilkan lebih luar biasa dibanding dengan yang di tv. Kalau selama ini merasa yang di tv garing, mungkin salah satu penyebabnya adalah kita memiliki referensi yang berbeda dengan si komika. Atau karena keterbatasan durasi yang membuat materi komika ada yang di cut, sehingga yang ditayangkan menjadi tidak utuh, atau bisa juga mungkin karena materi si komika bukan ditargetkan untuk kita. Contoh misal anak sma yang mungkin akan lebih senang nonton raditya dika yang tampil di banding sammy misalnya. Karena radit materinya lebih masuk ke anak-anak sma atau kuliah, ketimbang sammy atau adriano yang lebih sering ngomongin politik, sosial, rumah tangga, atau Pandji yang sering ngomongin keluarga, nasionalisme dalam materinya. Tapi bukan berarti sammy, adriano ataupun Pandji ga lucu, mereka lucu pada pasarnya, begitu juga Radit. Ini soal selera. Sekali lagi seperti yang pernah saya tulis disni. Bukan lagi nonton apa, tapi nonton siapa.

Alasan yang terakhir kenapa saya suka stand up comedy adalah sebagai penyeimbang aja. Saya udah pusing di kejar target billing sama kantor, belum lagi target lainnya, seperti target nikah #eh #jangan #tarmalahcurhat : p, nah stand up comedy itu penyeimbang di kala saya stress dan butuh ketawa lepas. Beban saya kaya ilang aja gitu abis nonton orang bicara tentang kegelisahannya dia, tapi bisa buat orang lain ketawa. Menurut saya itu luar biasa. Jadi thank you banget buat komika-komika Indonesia yang sudah membagi kelucuannya. Saya puasa tertawa karena kalian. VIVA LA KOMTUNG!!!





06 March 2013

Kutak-Kutik Kuku Cantik di Lotta Lotti Nail

Jadi ceritanya, sepulang kantor, Jumat (1 Maret) kemarin, saya iseng pengen nyobain nail art. Sebenernya sih, nail art bukan hal baru, karena sebelumnya udah nyobain juga. Tapi yang ini nail art-nya tergolong masih baru, baru dua bulan! Namanya Lotta Lotti Nail. Eittsss, tapi untuk kualitasnya jangan di ragukan, designnya banyak, harganya terjangkau, dan pengerjaannya rapi. Beneran deh, patut di coba. Yang bikin tertarik juga karena namanya terdengar unik aja gitu, ear catching : Lotta Lotti. Saya juga baru tahu pas ngobrol-ngobrol sama salah satu foundernya Ranas, kalau Lotta Lotti itu berasal dari bahasa Yunani yang artinya Cantik. Sesuai lha ya bok sama hasilnya yang bisa bikin kuku cantik.

Untuk masalah harga, dari mulai 125ribu sampai 200 ribu ++. Kalau harga sih tergantung deisgn ya, mulai dari design yang standar sampai yang ribet. Naaaahhhh, kemarin saya nyobain design ini nih :

Design : Golf by Kentya

Kentya in action


Sampai sekarang, setelah lima hari masih awet tuh, yah ada sih yang bopel dikit, tapi itu di karenakan saya nya yang iseng suka ngeletekin sendiri, hahahaha. Pokoknya sih asal gak ngelakuin hal-hal yang bikin kukunya jadi rusak, kaya nyikat-nyikat kamar mandi, nyuci baju, dan sodara-sodaranya, bisa lah awet seminggu. Kalau pun ada yang bopel dan pengen di benerin tinggal kontak aja Lotta Lottinya, nanti bakal di benerin lagi, untuk biaya pasti ada lagi, tapi tergantung di lihat tingkat kerusakannya. Tapi kalau udah di nail art cakep, di jaga lha ya jangan sampai bopel, kecuali kaya saya yang emang suka iseng ngeletekin *toyor kepala sendiri*

By the way ini dia yang ada di balik Lotta Lotti :

Ki-Ka : Kentya, Ranas, Olive



Menurut mereka sih, mereka ini bermula dari temenan dan emang sama-sama suka kutekan. Nah kalau untuk Nail Artnya, si Olive yang emang suka nyoba-nyoba design untuk nail art, teruuus nular deh ke Kentya dan Ranas, sampai akhirnya mereka mutusin buat di seriusin. Jadi deh usaha Lotta Lotti. Seruu ya bok, dari hubungan pertemanan jadi bisnis bareng yang emang sesuai sama passion. *Ngebayangin kapan punya usaha sendiri sesuai passion*

Salah satu hal yang bikin Lotta Lotti ini beda di banding Nail Art lainnya adalah bisa di panggil bok ke rumah, ke tempat arisan, bahkan ke tempat kerja, Jakarta ataupun luar kota. Tapi dengan syarat minimal tiga orang, dan ongkos di tanggung customer. Lumayan kan ya, istirahat jam kantor nail art-an. Hehehe. Dan yang oke nya lagi bisa beberapa design untuk masing-masing jari :D

Tapi jangan khawatir juga, kalau cuma sendiri gak ada temen yang berencana mau nail art, kaya saya kemarin, dateng aja ke Jl. Wijaya IX No. 6A, atau sms / whatsapp ke nomor 0821-271-77717, line id lottalotti, Follow juga IG nya juga di lottalottinail, dan @lottalottinail, dan selamat mencoba kutak katik kuku cantik :D

Ini design-design nya :
















13 January 2013

Standup Comedy Indonesia : Bukan Lagi Nonton Apa Tapi Nonton Siapa

Foto by google

Mengikuti perjalanan Stand Up Comedy Indonesia, dari 2011 lalu, membuat saya sedikit banyak tahu mengenai komika Indonesia (istilah untuk pelaku stand up comedy). Saya masih ingat ketika pertama kali hadir di #standupnite1, 2011 lalu yang bertempat di Comedy Cafe - Kemang. Saat itu saya mulai mencatat nama-nama seperti Ryan Adriandi (yang akhirnya menjadi Juara 1 di Stand Up Comedy Kompas TV Season 1), Ernest Prakasa, Asep Suaji, dan tentunya Pandji Pragiwaksono serta Raditya Dika. Untuk Pandji saya sudah melihat penampilannya dalam stand up comedy sebelum #standupnite1 ini, yaitu di #TwivateConcert 2010. Sementara untuk Raditya Dika, saya belum pernah melihatya stand up, tapi saya cukup suka dan terhibur dengan buku-bukunya. Maka di 2011 itu saya menasbihkan diri sebaga penikmat Stand Up Comedy Indonesia, sebagai alternatif hiburan.

Beruntung, saya tinggal di Jakarta, dimana event-event stand up sering di gelar. Di event berikutnya yang di gelar di Citos, saya mencatat nama-nama baru lagi yang buat saya tertawa sampai hampir menangis, diantaranya adalah Muhadkly Acho, Soleh Solihun, Arief Didu, dan Lukman Baehaki. Tanpa bermaksud mengecilkan penampilan komika lainnya, tetapi menurut saya penampilan mereka saat itu yang paling memorable.

Foto by standupindo.wordpress.com
Berikutnya, komika yang juga berhasil mencuri perhatian saya adalah Adjis Doa Ibu, walaupun saat saya melihatnya, dia tidak sedang tampil sebagai Stand Up Comedian, melainkan sebagai MC saat Stand Up bertema Blue Nite di gelar di Marley SCBD. Asli penampilannya saat itu sebagai MC mampu membuat saya tidak kuat menahan tawa. Di sini juga saya mencatat nama baru yaitu Boris Bokir, komika Batak asal Bandung, yang materi-materinya sangat kental akan ke-batakannya, ibarat Ernest yang selalu mengangkat soal ke cinaanya.
Dan malam itu, penampilan Boris yang paling memorable buat saya.

Berikutnya saya kembali menikmati Stand Up Nite Batak Edition di Sarinah. Seperti sebelumnya, saya kembali mencatat nama-nama baru yang buat saya berniat untuk kembali menonton jika mereka perform. Komika tersebut adalah Reggy Hasibuan, yang membawakan materi dengan Bahasa Inggris - walau sempat menggunakan Bahasa Indonesia, tapi saya lebih menikmati materi nya yang berbahasa Inggirs. Selain Reggy, saya juga cukup menikmati penampilan Pangeran Siahaan, walaupun delivery materinya saat itu (menurut saya) kurang oke, tapi saya melihat Pangeran Siahaan adalah orang yang cerdas dalam materi-materinya, tinggal di asah lagi, pasti suatu saat dia bisa mendapat tawa yang pecah.

Setelah Stand Up Nite Batak Edition, show stand up yang berkesan juga buat saya adalah waktu menonton Stand Up Nite di Provocative Proactive yang di gelar di Erasmus Huis, Kuningan. Di sini saya melihat materi-materi yang di bawakan komika sangat cerdas, vulgar, sensitif, bahkan ada yang menurut saya materinya sinting (in a good way). Di sini juga saya tertawa dan mikir dalam waktu yang bersamaan. Nonton Stand Up di Provocartive Proactive ini di butuhkan keterbukaan pikiran, serta hati yang lapang (jangan sensi, karea kalau sensi gak akan bisa mencerna materi dari si komika). Sebut saja Sammy, materi nya yang membawa soal agama, kalau tidak di cerna dengan baik mungkin bisa menimbulkan kesalah pahaman, belum lagi materi dari Rindra yang malam itu nge-kill, materinya vulgar dan sinting, Pangeran Siahaan, yang membawakan materi mulai dari bola, politik, hingga materi soal kasus Munir, dimana dia tampil dengan segelas orange juice di tangan. Saya ingat betul saat Pangeran Siahaan membawakan materi Munir, ia sempat berucap : "Mereka bisa meracuni segelas orange juice, tapi tidak gelas sebangsa", dan quote ini melekat dalam ingatan saya sampai hari ini. Disini Pembawaan Pangeran yang lebih tenang, serta delivery materi yang lebih bagus dari penampilannya yang saya lihat sebelumnya di Stand Up Nite Batak Edition, membuat saya lebih menikmati penampilannya, dan berniat hadir kembali jika ia tampil.  Selain Sammy, Rindra, dan Pangeran Siahaan, disini saya kembali mencatat nama baru, yang sebelumya saya belum pernah liat penampilanya, yaitu Adriano Qalbi. Materi yang di bawakan mulai dari hubungan percintaan, sex, sampai soal pernikahan yang disangkutin dengan pemerintah yang berhasil membuka pola pikir. Maka ketika berikutnya trio Pangeran Siahaan - Adriano Qalbi - Kukuhya (yang juga tampil di Stand Up Provocative Proactive) membuat show berjudul  #WeAreNotAlright saya tidak ragu-ragu membeli tiket pertunjukan mereka di Thryst Kemang.

Maka, dari sejumlah pertunjukan Stand Up Comedy yang pernah saya hadiri, saya kini memiliki beberapa nama komika favorite yang saya ingin kembali hadir ketika mereka membuat pertunjukan, baik show tunggal, maupun show rame-rame. Mereka adalah :
1. Pandji Pragiwaksono
2. Trio #WeAreNotAlright  Adriano, Pangeran, Kukuh
3. Muhadkly
4. Sammy
5. Boris Bokir
6. Soleh Solihun
7. Rindra
8. Adjis Doa Ibu
9. Arief Didu
10. Reggy

Itulah nama-nama yang menurut saya pribadi punya ciri khas dalam segi penampilan serta materi yang di bawakan. Jika 2011 lalu di tanya mau nonton apa, maka jawaban saya mau nonton Stand UpComedy, tapi sekarang, lebih kepada di Stand Up Comedy mau nonton siapa? karena banyaknya komika Indonesia yang hadir dengan materi-materi segar. Sehingga ibarat musik, semua punya pasarnya masing-masing.

VIVA LA KOMTUNG!!

19 December 2012

Pelajaran Dari Ngebom-nya Pandji di Kompas TV


Semalem gak sengaja saya baca di timeline twitter, kalo Pandji ngebom* di hadapan sekitar 1000 orang yang hadir di acara pengundian nomer Pilgub Jabar, dan ditayangin live di Kompas TV.
Saya sendiri gak nonton walau memang sebelumnya saya sempat baca di timeline kalau Pandji bakal perform standup selama empat menit. Tapi dikarenakan badan yang udah hampir remuk akibat roadshow meting ke klien selama seharian, akhirnya saya memilih untuk tidak menyalakan tv, dan hanya leyeh-leyeh di kasur sambil mantengin timeline twitter. Dari tweetnya Pandji saya tahu kalau dia ngebomb, krn isi tweetnya 

"Gini toh rasanya ngebom dpn 10000 org dan ditayangin tv. pait ya :)))"

Saya bukan mau komentarin soal penampilannya karena sekali lagi saya aja ga nonton. Tapi pelajaran berharga yang bisa saya dapat dari situasi ini adalah, bagaimana seorang Pandji yang sudah malang melintang, punya banyak pengalaman standup di hadapan ratusan orang (yang terakhir di #Indonesia: dihadapan 800 orang dan ngekill !!), bahkan sudah bikin tur sendiri aja masih bisa 'kesandung' dan jatuh, walau saya yakin usahanya untuk bangkit lagi gak perlu diragukan.
Dan dari kejadian itu ada beberapa hal yang saya ambil dan jadikan pelajaran :
1. Pandji aja yang udah punya nama besar masih ada kalanya jatuh. Apalagi saya yang masih terseok-seok untuk meraih yang saya impikan. Malu ama diri sendiri kalau belum apa-apa udah nyerah ditengah jalan.
2. Sikap profesional dan nyali. gak gampang lho berdiri sendiri dibhadapan seribu orang dan diteriakin turun,gak lucu, huuu. dan masih tetap bisa menyelesaikan set dg baik
3.  Saya sempat mention Pandji dan nanya alesannya nerima tawaran untuk standup dg waktu yang cuma empat menit. dan jawabannya Pandji : "Kesempatan standup diacara yg lebih besar." 
Berani nerima tantangan walau tau resikonya bisa baik bisa juga buruk. Apesnya untuk kasus Pandji jatuhnya respon yang diterima gak sesuai harapan. Tapi menurut saya ini keren. Hidup harus naik kelas dan jangan cepet puas sama yang udah di dapet, karen kalau cepet puas jadi berenti untuk terus belajar.
4. Belajar meneertawakan diri sendiri, dan gak nyalahin keadaan. Seringkali kalau dihadapkan sama keadaan yang gak sesuai harapan kita cenderung nyalahin keadaan atau nyalahin orang lain. Tapi yang saya lihat dari Pandji, ya kalau emang lagi ga lucu,maka dengan jujur dia ngakuin emang lagi ga lucu, gak berusaha untuk nyalahin keadaan, atau nyalahin penonton yang ga ngerti sm materi yang dia bawakan, walau ada kemungkinan memang mungkin penontonnya aja yang ga ngerti. hehe.

Kira-kira itulah yg bisa saya jadikan pelajaran dr apesnya Pandji semalam. Bahkan apesnya dia pun bisa menjadi sumber inspirasi saya. Gak salah dong kalau saya ngidoalin dia :)


*ngebom : ketika seorang comic ga lucu saat standup.