20 January 2009

Seven Pounds

Setelah beberapa hari ini, mood untuk menulis menurun drastis, akhirnya hari ini, keinginan untuk menuangkan isi kepala ke dalam sebuah tulisan datang juga. Yap, ini gara2 semalem memutuskan untuk nonton film terbaru (gak baru2 amat sih, rilis Desember 2008) Will Smith - Seven pounds...

Lagi-lagi bang Will *sebutan akrab buat aktor jempolan ini, :D* berhasil, dan sungguh sangat berhasil membuatku berdacak kagum, dan mengacungkan dua jempol. Kebetulan aku memang penggemar hampir semua film2 yang diperanin ma Bang Will ini.

Kalo suka ama cerita beralur lambat, film ini layak tonton deh, tapi kalo gak suka dengan film yang alurnya lambat, pasti bakalan ngantuk, dan cepet bosen, karena emang film ini pake sedikit mikir, dan cenderung datar, permainan emosinya emang agak kurang, tapi kalo sabar nontonnya, emosi akan mulai diaduk-aduk di hampir akhir cerita.

Sedikit bocoran deh buat yang berminat untuk melihat gimana apiknya akting bang Will Smith di film ini. Cerita dibuka dengan adegan seorang cowok bernama Ben Thomas (Will Smith) dengan mengenakan kaos pink, lagi nelpon darurat 911, ngelaporin sebuah kasus bunuh diri. Pas ditanya siapa korbannya, si Ben jawab : I am. Ups, mulai curiga kalo ni film alurnya maju mundur. Dan yups bener, setelah adegan di awal itu, maka yang harus kita lakukan adalah stay focus ama ni film.

Sebenarnya inti cerita film ini adalah keinginan Ben untuk menebus dosanya karena telah menghilangkan tujuh nyawa sekaligus, termasuk sang istri tercinta dalam sebuah kecelakaan, akibat kelalaian Ben. Merasa berdosa, Ben pun memutuskan untuk menebus dosanya pada tujuh orang yang ia pilih untuk 'diselamatkan'. Dengan status dia sebagai pegawai di IRS (Internal Revenue Service), pendekatan ke 'calon kliennya' pun bisa dilakukan dengan mudah. Ben pun mulai mencari daftar nama2 orang yang menunggak pajak karena derita yang dialami

Cerita pun bergulir pada orang2 yang ia pilih, termasuk seorang cewek bernama Emily Posa (Rosario Dawson), yang menderita jantung kronis, dan bolak-balik masuk rumah sakit. Selain itu Nicholas (Quintin Kelley), yang terkena kanker dan membutuhkan donor sumsum tulang belakang. Lalu ia mendatangi seorang penderita ginjal, George Ristuccia (Bill Smitrovich) yang sedang mencuci darahnya di rumah sakit. Sebagian dari mereka adalah orang-orang yang menunggak pajak.

Adegan demi adegan pun digambarkan seperti sebuah puzzle yang diakhir cerita terangkai menjadi sebuah kesatuan utuh. Dibumbui dengan cerita cinta antara Ben dan Emily, romantisme Ben dan Alm.istrinya, membuat film ini patut diacungi dua jempol. Diakhir cerita cukup membuat aku sedikit menitikkan air mata, melihat pengorbanan Ben untuk menebus dosa2nya pada tujuh orang yang ia pilih.

Kalau penasaran, mari ditonton sendiri. Kalau mau nonton bareng aku juga boleh, hehhehe, karena jujur, pengen nonton film ini lagi!!!




4 comments:

bagus pras said...

kalau aku ga begitu suka ama aktor ini..., karena kurang total mainnya. Cuma di Men In Black aja yang sedikit bagus..itu juga karena alur cerita yang kuat.

Felicity said...

Nggak tau kenapa gw suka Will Smith pas dia main di film2x ber-genre komedi. Kalo maen di film yang serius kayaknya rada nggak matching gitu deh (perasaan gw loh). Makasih buat review-nya ya jeung... :D

Pemimpi said...

ehehehe.. biasa2 aja ama aktor satu ini.
film'na bagus tah? Q ga' ngeh soalna... ekekekeke.
bukan seorang pengikut film juga sey.. nonton apa adanya.
ahiakakakaka.. ^o^

Ika Fikri said...

ci...ko ga ajak gw si????

Author

BTemplates.com

Checkpagerank.net