24 November 2015

Tentang Sebelas12


Beberapa hari yang lalu saya iseng mampir ke blognya Pandji, sudah cukup lama saya tidak pernah melakukan aktivitas blog walking. Begitu halaman blog Pandji terbuka, tulisan terbaru yang saya lihat berjudul "Bukan di TV", dengan kalimat pertama yang cukup mengejutkan "Sebelas12 di Kompas TV sudah tidak ada", langsung saya klik judul tersebut, dan seperti yang tertuang dalam kalimat pertama bahwa memang Sebelas12 sudah tidak mengudara lagi di Kompas TV. Jujur saya sedih karena kehilangan tontonan yang tidak hanya menghibur tetapi juga kreatif. Biasanya ketika sampai kos - saya biasa sampai kos hampir menjelang jam 11 malam - saya langsung menyalakan TV dan menunggu tayangan Sebelas12. Setelah tidak ada, rasanya seperti ada yang hilang. Ini hampir sama dengan perasaan saya beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 2006, ketika Farhan memiliki program acara Om Farhan, dan ketika acara itu tidak lagi ada, seperti kehilangan sesuatu.

Jujur saja tidak banyak acara bincang-bincang, talkshow atau late night show di televisi Indonesia yang bisa saya nikmati. Rata-rata apa yang disajikan isinya hanya menjadikan bintang tamu sebagai pajangan, sisanya hostnya akan sibuk sendiri dengan banyolan-banyolannya atau bully-an nya terhadap penonton. Tetapi hanya di Om Farhan dan Sebelas12, saya sebagai penonton menikmati setiap segmen dari acara tersebut. Saya masih ingat betul dulu di Om Farhan yang disiarkan di Antv, selalu di awali dengan Farhan yang akan memberikan sedikit info terbaru dengan gaya semacam orang lagi stand-up, karena selalu ada punchline nya, lalu setelahnya akan ada Valerina Daniel (salah satu news anchor Antv) yang membawakan berita-berita terkini. Konsep acaranya sendiri lebih banyak membahas mengenai politik, sosial dan entertainment. Tetapi tentu dibahas secara santai dan ringan, tetapi berisi.

Kalau ada yang tidak tau, atau tidak ingat, di bawah ini kira-kira cuplikannya, yang saya ambil dari youtube :





Beberapa tahun berlalu setelah Om Farhan tidak lagi ada, walau banyak acara talkshow, tetapi tidak banyak yang menarik perhatian saya layaknya Om Farhan. Sempat waktu itu beberapa kali saya menonton Radio Show di TV one, tetapi tidak sering, bisa dihitung dengan jari lah. Sampai akhirnya saya tahu melalui twitter, bahwa Pandji membuat acara "Sebelas12" tayang setiap jam sebelas sampai jam duabelas malam.Ada beberapa hal yang menarik, yang melekat dalam benak saya ketika menyebut acara Sebelas12 :
1. Walau jelas-jelas di episode-episode awal terlihat penontonnya adalah penonton bayaran, tetapi Pandji selalu menyebut bahwa penonton nya berasal dari komunitas. Nah, nama-nama komunitasnya ini yang aneh-aneh, berupa singkatan-singkatan yang memancing tawa.
2. Pandji selalu mengawali dengan monolog, membahas sesuatu yang menarik, atau yang sedang menjadi pembicaraan di masyarakat dengan gaya standup
3. Siapapun bintang tamu yang diundang, entah kenapa selalu jadi lucu di acara ini. Jarang saya tidak tertawa. Epiosde yang saya tonton dan berhasil membuat rahang serta perut pegal karena kebanyakan ketawa adalah saat Yuda Keling menjadi bintang tamu, saat itu berasama Asty Ananta. Selain itu episode saat Edric Tjandra, Saipul Jamil dan Jeremy Teti jadi bintang tamu pun berhasil membuat saya ngakak malam-malam. Dan tentuya masih banyak lagi episode-episode yang menarik dan lucu. Di Sebalas12, seperti yang diutarakan Pandji dalam blognya bahwa "Dari artis sampai desainer, juga anggota DPR, sampai Menteri pernah jadi tamu kami. Semuanya menjadi lucu hanya dengan menjadi diri mereka sendiri". "Kami membuat mereka (para tamu) lucu & tidak asik lucu lucuan sendiri. Becandaan saya dalam obrolan, berangkat dari cerita & omongan para tamu."  Ya, saya setuju dengan apa yang ditulis Pandji ini, karena memang benar, terlihat sekali bahwa bintang tamu di Sebelas12 nyaman menjadi tamu di acara ini.




4. Tarian Anaconda Dont - entah apa yang ada dipikiran Pandji saat memutuskan menari ini di hadapan para tamunya. Saat awal ngelihat saya agak-agak geli gimana gitu ngeliat Pandji yang biasanya standup atau ngerap, tiba-tiba melakukan tarian ini. Tapi yang menarik adalah melihat ekspresi para tamu nya ketika disuguhkan tarian ala Nicky Minaj, ekspresinya pada EPIC semua. hahahah
5. Setelah tarian Anaconda Dont tidak ada, penggantinya adalah Kata Kejutan. Saya agak susah menjelaskan 'Kata Kejutan' ini, mungkin bisa di search di google. Tapi sama halnya dengan tarian Anaconda Dont. Kata Kejutan ini juga berhasil membuat ekspresi para tamu jadi bener-bener bingung, dan bertanya "Apaan sih tadi", dan buat penonton seperti saya, ini bagian yang menarik
6. Pandji itu banci nyanyi, satu episode yang saya ingat ketika battle nyanyi dengan Joy Tobing. Ini salah satu episode favorite saya
7. Selain banci nyanyi, Pandji juga senang banget menirukan gaya Glen Fredly kalau lagi nyanyi. Kadang bosen, karena mungkin saya keseringan liat kali ya. Tapi buat yang belum pernah liat, mungkin ini menarik
8. Kadang ada standup di sela-sela acara
9. Pernah ada lipsync battle kaya di Jimmy Fallon gitu, tapi menurut saya flop, karena cuma Pandji yang lipsyncnya ekspresif, sementara tamunya banyakan bingungnya
10. Games di Sebelas12 cukup kreatif
11. Ada co-hostnya, kadang Jordi Onsu, kadang Mc Danny, kadang ada dua-duanya jadi co-host dalam satu episode. Sempat ada Kartika Putri, dan Cika Jessika, tetapi pada akhirnya hanya yang laki yang jadi Co Host.
12. Homeband dengan nama yang cukup nyeleneh "Sebut Saja Homband"
13. Obrolan dengan para tamunya menarik untuk disimak, karena - lagi-lagi seperti yang dikatakan Pandji dalam blognya - tidak melulu yang di bahas soal keartisannya, atau gosipnya, tetapi hal-hal selain itu, yang tentunya menjadi sangat menarik karena cara Pandji menanyakan seperti layaknya ketika kita lagi ngobrol dengan teman.

Itulah kira-kira yang berhasil saya ingat dari acara yang saat ini sudah tidak lagi ada : Sebelas12. Saya mendukung setiap karya Pandji, tetapi saya juga berharap acara seperti ini akan ada lagi, siapapun Hostnya. Mungkin ada Farhan atau Pandji lainnya yang nantinya punya acara semacam Late night show di luar negeri yang gak cuma mentingin rating dan bisa bertahan lama. AMIN

2 comments:

cipu said...

Bener yah Indira, sangat jarang bisa nemu talk show yang berkualitas tapi tetap menghibur.

Ada talk show yang jadinya berisi celaan celaan bersifat fisik dan komedi slapstick. Ada juga talk show yang terlalu serius dan bertujuan untuk menyudutkan bintang tamunya.

Sayangnya tv kabel langganan saya tidak memiliki menu Kompas TV. Kalau iya, mungkin nambah lagi orang yang merasa kehilangan acara talk show berkualitas

Anonymous said...

jika kita menganalisa memang acara talkshow mengalami pergeseran yang cukup signifikan, era 80an talkshow begitu menegangkan dan yerkesan protokoler wajar saat bitu jaman orde baru. pada jaman reformasi talkshow kian kreatif dan lebih dinamis namun sayang saking bebasnya membuat acara sadar atau tidak sering kehilangan essensi sebagai penyampai informasi dan edukasi.
secara umum acara Tv sangat dipegaruhi oleh budaya yang terjadi ditengah-tengah masyarakat, dan kita ketahui masyarakat masih didominasi oleh pendidikan menengah kebawah yang berpengaruh pada pola pikir dan selera masyarakat terhadap sesuatu. maka sudah barang tentu talkshow yang didominasi oleh banyolan dan bullian terkadang lebih mengasyikan unntuk dinikmati oleh masyarakat. hal inilah yang kerap kali membuat station TV banting program dan membuat program tandingan Tv tetangga agar tidak kehilangan penggemar yang berimbas pada kurangnya sponsor meskipun harus mengabaikan bahkan menghilangkan idealisme yang telah dianut,R**I,S*TV, dan In***ar, contoh yang mengalami hal tersebut. hal ini bisa dilihat dari program yang ditayangkan dari masa ke masa.semoga station kesayangan mba desi tidak demikian adanya.faktor lainnya dipengaruhi oleh arus politik yang sedang terjadi....

Author

BTemplates.com

Checkpagerank.net